HALLOUP.COM – Partai Gerindra akan mewakafkan kader terbaiknya, yakni Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan dan solusi terhadap rakyat.
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan hal tersebut di hadapan ribuan kader Gerindra saat menghadiri konsolidasi akbar kader Gerindra di Kota Bekasi dan Kota Depok.
“Pak Prabowo akan menjadi abdi negara, abdi rakyat, dan abdi bangsa,” kata Ahmad Muzani dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Minggu, 9 Juli 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Dari Medsos ke Meja Hijau: Kasus Fitnah Lisa Mariana Versus Ridwan Kamil
Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 19 Orang Tewas, Dua Tersangka Ditangkap Polisi Resor Cirebon
Larang Liputan Media Lokal di Gala Dinner Asia Africa, Transparansi Pemkot Bandung Dipertanyakan

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang yang selalu mengabdi pada kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara,” kata Ahmad Muzani.
Pada kesempatan itu Muzani berterima kasih kepada kader yang hadir pada konsolidasi tersebut.
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Partai Gerindra Ajak Menangkan Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2024 dengan Cara Tenang dan Santun
Baca Juga:
Bank Dunia yang Sebut Sebanyak 60,3 Persen Penduduk Indonesia Tergolong Miskin, Ini Tanggapan BPS
Menurut dia, semangat para kader itulah yang menyebabkan Prabowo tidak gentar berjuang untuk mengabdi rakyat, bangsa, dan negara.
“Itu sebabnya kekuasaan yang akan digunakan Pak Prabowo bila diberikan amanat oleh rakyat untuk menjadi presiden adalah melayani rakyat dengan sebaik-baiknya,” kata Ahmad Muzani.
Kritik zonasi pendidikan
Pada kesempatan yang sama, Muzani menyinggung persoalan sistem zonasi terkait dengan penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Baca Juga:
Respons Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Usai Rumahnya Digeledah oleh Tim Penyidik KPK
Prabowo Cek Langsung Warga Terdampak Banjir Bekasi, Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
“Sekarang ibu-ibu dan bapak-bapak di sini pasti merasakan akibat dari kebijakan PPDB zonasi.”
Anak-anak kita yang mau sekolah, padahal sekolahnya dekat dengan rumah, kan tetapi, karena beda wilayah, anak kita jadi tidak bisa sekolah di situ.
Menurut Muzani, setiap kebijakan tidak bisa memuaskan semua pihak sehingga untuk kebijakan yang tidak memuaskan tersebut perlu peninjauan ulang.
“Kadang-kadang memang kebijakan ada yang tidak sesuai dengan harapan rakyat banyak.
“Sebaiknya yang seperti-seperti ini dipikirkan ulang, setuju?” ucap Muzani disambut jawaban riuh setuju oleh kader Gerindra.***















