JABARRAYA.COM – Calon wakil presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka menyorot catatan yang dibawa Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar (Cak Imin) ketika menjawab pertanyaan debat.
Momen itu terjadi ketika Muhaimin ditanya perihal strategi untuk menghadapi perubahan iklim.
Dalam meningkatkan kualitas pangan akan seperti apa dalam Debat Cawapres Keempat yang dihelat di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (21/1/2024).
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Dari Medsos ke Meja Hijau: Kasus Fitnah Lisa Mariana Versus Ridwan Kamil
Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 19 Orang Tewas, Dua Tersangka Ditangkap Polisi Resor Cirebon
Larang Liputan Media Lokal di Gala Dinner Asia Africa, Transparansi Pemkot Bandung Dipertanyakan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gibran menjawab pertanyaan itu dengan lugas, dengan beberapa strategi seperti ekstensifikasi dan intensifikasi lahan seperti yang telah dilakukan di daerah Fak Fak dengan membangun pabrik pupuk.
“Enak banget ya Gus ya jawabnya sambil baca catatan tadi. Kuncinya di adalah ekstensifikasi dan intensifikasi lahan.”
Baca artikel lainnya di sini : Selalu Ucapkan Terima Kasih Kepada Mahfud dan Muhaimin, Adab Gibran saat Debat Jadi Sorotan
Baca Juga:
Bank Dunia yang Sebut Sebanyak 60,3 Persen Penduduk Indonesia Tergolong Miskin, Ini Tanggapan BPS
“Kemarin tahun lalu kita sudah bangun pabrik pupuk di fakfak kuncinya untuk meningkatkan produktivitas,” kata Gibran.
Gibran juga menekankan guna meningkatkan produktivitas pangan dengan menggenjot kawasan industri pupuk pada lahan-lahan pertaniannya.
“Meningkatkan produktivitas ya kita harus genjot kawasan industri pupuk, kita dekatkan pupuknya dengan lahan-lahan pertaniannya,” tambahnya.
Lihat juga konten video, di sini: Politisi Senior Maruarar Sirait Sebut Kalau Tak Ada Jokowi dan Prabowo, Tak Ada Contoh Kerukunan
Baca Juga:
Respons Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Usai Rumahnya Digeledah oleh Tim Penyidik KPK
Prabowo Cek Langsung Warga Terdampak Banjir Bekasi, Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Selain itu juga melalui mekanisme produktivitas para petani yakni dengan Smart Farming dan melibatkan anak muda.
“Dan, jangan lupa mekanisasi kita ingin meningkatkan produktivitas para petani, pakai RMU, combain harvester dan juga kita libatkan generasi muda melalui smart farming.”
“Pakai IOT untuk melihat Ph tanah, keasama tanah, kesuburan tanah, dan menggunakan drone untuk penyemprotan pestisida,” jelas Gibran.***















