JABARRAYA.COM – Kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan terkait peristiwa perusakan, penjarahan, dan penganiayaan terhadap pedagang Pasar Kutabumi.
Penganiayaan terhadap pedagang Pasar Kutabumi diduga dilakukan massa preman.
Polisi akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Dari Medsos ke Meja Hijau: Kasus Fitnah Lisa Mariana Versus Ridwan Kamil
Longsor Tambang Gunung Kuda Cirebon: 19 Orang Tewas, Dua Tersangka Ditangkap Polisi Resor Cirebon
Larang Liputan Media Lokal di Gala Dinner Asia Africa, Transparansi Pemkot Bandung Dipertanyakan

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami akan melakukan penyelidikan dan investigasi lebih dalam terkait peristiwa ini.”
“Sekaligus mencari pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap tindak pidana dan motifnya,” jelas Kapolresta Tangerang, Kombes. Pol. Sigit Dany Setiyono, Minggu (24/9/23).
Baca artikel lainnya di sini: Warga Magetan Bunuh Diri dengan Nyebur ke Sumur tapi Gagal, Begini Penjelasan Kepala Desa Pelem Karangrejo
Baca Juga:
Bank Dunia yang Sebut Sebanyak 60,3 Persen Penduduk Indonesia Tergolong Miskin, Ini Tanggapan BPS
Sigit Dany Setiyono menjelaskan bahwa saat ini polisi sudah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan TKP.
Sigit Dany Setiyono pun meminta para pelaku yang terlibat dalam insiden penjarahan tersebut agar menyerahkan diri ke polisi.
“Selanjutnya kami mengimbau kepada pihak yang terlibat untuk secara sukarela untuk menyerahkan diri kepada polisi.”
“Dan kami akan menegakkan hukum secara profesional,” jelas Sigit Dany Setiyono lebih lanjut.
Baca Juga:
Respons Mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Usai Rumahnya Digeledah oleh Tim Penyidik KPK
Prabowo Cek Langsung Warga Terdampak Banjir Bekasi, Beri Dukungan Moril dan Buka Puasa Bersama
Kapolres pun mengakui bahwa insiden di Pasar Kutabumi itu tak terduga dan tak terawasi.
Sebab, hari itu berbarengan dengan Pilkades Serentak 2023 di Kabupaten Tangerang.
“Peristiwa yang ini di luar dugaan kita, karena hari ini seluruh pihak kepolisian dan Satpol PP dan seluruh pemerintah Kabupaten Tangerang sedang fokus di Pilkades di 16 desa.”
“Sehingga pada saat terjadinya peristiwa tersebut pihak kepolisian perlu waktu untuk hadir di TKP,” tutup Sigit Dany Setiyono dikutip dari Tribrata News.***















