Jabarraya – Distribusi logistik pemilu sangat membutuhkan pengawasan ekstra, sehingga diharapkan panwascam dalam melakukan pengawasan mengedepankan aspek pencegahan dan memastikan kepatuhan prosedur serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta koordinasi dengan stakeholder yang ada di Desa, baik itu dengan Babinsa ataupun dengan Bhabinkamtibmas,” hal tersebut disampaikan Dede Saepul, Ketua Panwascam Bojong, saat Rapat Koordinasi pengawasan logistik pemilu tahun 2024, Minggu (3/12).
Menurutnya, potensi pelanggaran yang terjadi pada saat pendistribusian logistik ke Kecamatan hingga TPS harus menjadi titik fokus pengawasan, sehingga dalam pelaksanaan semua pengawasan harus ekstra agar di titik rawan tidak terjadi dengan pengawasan lebih ini.
“Seperti wilayah dengan akses sulit yang berkonsekuensi tidak tepat waktu, jaringan internet yang kurang baik dan lainnya, semua pengawasan harus cepat tanggap dan melaporkan ke pimpinan agar segera ditindaklanjuti,” harapnya.
“Langkah selanjutnya, Panwascam bersama Pengawas Kelurahan/Desa se-Kecamatan Bojong segera membuat pemetaan terhadap potensi pelanggaran pada saat pendistribusian logistik serta langkah/upaya pencegahannya yang akan dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran tersebut” tutupnya.***
Baca Juga:
Pilkada Jawa Barat 2024, Pasangan Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan Menang hingga di Atas 60 Persen
Warga Antusias Sapa Presiden RI Prabowo Subianto Saat Nyoblos Pilkada di Bojong Koneng, Bogor
TGB Putuskan Mundur dari Perindo, Sempat Sebut Punya Kesamaan Visi dengan Hari Tanoesoedibjo