Sebanyak 347 Warga Terdampak di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Pascagempa M4,6 Sukabumi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 15 Desember 2023 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak kerusakan rumah warga akibat gempa M4,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

Dampak kerusakan rumah warga akibat gempa M4,6 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)

JABARRAYA.COM – Gempabumi berkekuatan M4,6 yang berpusat di darat 25 km Barat Laut dengan kedalaman 5 km Kabupaten Sukabumi terjadi Kamis (14/12) pagi hari.

Peristiwa itu berdampak pada warga di wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat data per Kamis (14/12/2023) pukul 13.00 WIB.

Gempa berdampak terhadap 347 warga dengan rincian 309 warga Kabupaten Bogor dan 38 warga Kabupaten Sukabumi.

Kejadian ini juga menyebabkan 12 warga di Kabupaten Bogor terpaksa mengungsi akibat rumahnya rusak oleh gempa.

Baca artikel lainnya di sini : Termasuk Bandung, BMKG Pakirakan Mayoritas Hujan Turun di Tengah hingga Tmur Indonesia

Lebih lanjut dampak kerusakan juga tercatat pada sejumlah bangunan. Kaji cepat sementara mencatat, 8 rumah rusak sedang dan 81 rumah rusak ringan di Kabupaten Bogor.

Lebih lanjut, 2 rumah rusak sedang dan 5 rumah rusak ringan di Kabupaten Sukabumi.

Penerjunan Tim Reaksi Cepat

Lihat juga konten video, di sini: Serahkan Bantuan Dana Stimulan Gagal Panen Akibat Banjir, Kepala BNPB Dampingi Presiden Jokowi

BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Kabupaten Bogor melakukan asesmen pasca gempa M4,6 yang mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (14/12).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi, Medi, mengatakan pihaknya telah mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) dilokasi kejadian.

“Kami sudah menerjunkan Tim TRC ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan lanjutan dan monitoring dampak kerusakan,” ujar Medi melalui sambungan telepon, Kamis (14/12).

Hasil kaji cepat sementara, medi menyebutkan rumah yang terdampak gempa didominasi oleh rumah yang tidak memiliki sloof pada bangunan.

Seperti diketahui, sloof merupakan bagian dari struktur sebuah bangunan yang letaknya ada di bagian pondasi bangunan dalam bentuk horizontal.

“Selain itu kerusakan rumah juga dampak lanjutan dari gempa seminggu lalu (8/12) yang semula rusak ringan kemudian menjadi rusak sedang, ditambah lagi bangunannya tidak memiliki sloof,” jelas Medi.

Pada kesempatan yang sama, Danki TRC BPBD Kabupaten Bogor, Hayat, menyampaikan bahwa pihaknya juga telah menugaskan tim untuk meninjau kerusakan yang diakibatkan oleh gempa.

“Gempa memang terasa sampai sini (Kabupaten Bogor) sekitar lima detikan dan saya sudah menerjunkan 25 anggota Tim TRC ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat dilokasi terdampak,” jelas Hayat melalui sambungan telepon, Kamis (14/12).

Adapun BPBD Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor juga terus melakukan kaji cepat dan memberikan dukungan kepada warga terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar selama tanggap darurat.***

Berita Terkait

Rumah Tahan Gempa Bumi BNPB di Desa Pamoyanan, Kota Bogor Ditargetkan Selesai Bulan April 2024
Akibat Angin Kencang Landa Kabupaten Sumedang, 10 Rumah Rusak, Pohon Tumbang dan 2 Orang Terluka
BMKG Sebut 14 Daerah Berstatus Waspada Terkait Dampak Hujan di Indonesia, Termasuk Jawa Barat
Warisan Sejarah Sumedang Terbenam di Dasar Bendungan Jatigede, Tidak Ternilai Harganya
Pindah ke Pengungsian yang Disiapkan, Sebanyak 239 Warga Sukabumi Terancam Longsor Susulan
Koramil 1901/Wny dan Polsek Wanayasa Dibantu Satpol PP, Menggelar Operasi Knalpot Bising
Tewaskan 6 Orang Pemandu Lagu Mayoritas Asal Jabar, Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Maut Karaoke Tegal
BNPB Minta Tanggul Jebol Cepat Diperbaiki, Luapan Sungai Citarum dan Sungai Cikaro Banjiri Dayeuhkolot
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:00 WIB

Perolehan Suara DPR RI Dapil III Jabar: Idris Daulat, Caleg PBB Berpotensi 1 Kursi

Rabu, 14 Februari 2024 - 14:53 WIB

Usai Nyoblos Langsung Berenang, Prabowo Ungkap Alasan Berenang Merupakan Olahraga Paling Bagus Baginya

Senin, 12 Februari 2024 - 09:37 WIB

Prabowo Subianto Diserang Fitnah Soal Pembelian Pesawat, Rosan Roeslani Sampai Cek ke Washington

Jumat, 9 Februari 2024 - 15:58 WIB

Bertepatan dengan Isra Mi’raj, Prabowo Subianto Ajak Puluhan Ribu Warga di Bandung Berdoa untuk Palestina

Jumat, 9 Februari 2024 - 10:45 WIB

VIDEO – Bertepatan dengan Isra Mi’raj, Prabowo Subianto Ajak Puluhan Ribu Warga di Bandung Berdoa untuk Palestina

Selasa, 6 Februari 2024 - 07:58 WIB

Pulang Kampung ke Langowan, Prabowo Mohon Doa Restu di Hadapan Puluhan Ribu Warga Sulut

Senin, 5 Februari 2024 - 09:15 WIB

Pernyataan Pamungkas Debat Capres 2024, Prabowo Subianto Sampaikan Maaf kepada Paslon 1 dan 3

Jumat, 2 Februari 2024 - 19:39 WIB

Prabowo Subianto Joget Gemoy Bareng Puluhan Ribu Warga di Malang Saat Diterpa Kabar Hoaks Jatuh Sakit

Berita Terbaru